STREET CULINARY

Sate enak bikin nagih!

STREET CULINARY

Nasi Goreng Pak Thole Patut Diacungkan Dua Jempol!

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Wednesday, October 29, 2014

PAVILIUN 28 #JAKARTAREPOSEPROJECT



             Jakarta sebagai kota yang terus berkembang selalu menghadirkan tempat-tempat yang dapat dijadikan pilihan dalam menghabiskan waktu luang baik bersama keluarga, teman, maupun kerabat. Salah satu tempat yang terus diinovasi oleh penyedia jasa leisure di Ibu kota ini adalah Café. Café merupakan salah satu tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat berkumpul bersama teman, keluarga untuk sekedar ngobrol santai, bertemu dengan teman lama, atau bahkan sering dijadikan sebagai tempat meeting bersama dengan client. Animo masyarakat Jakarta terhadap café yang unik dan menawarkan sesuatu yang berbeda sangatlah tinggi.

            Paviliun 28 memang terbilang baru melebarkan sayapnya di industri food and beverage, berdiri sejak 14 Juli 2014 Paviliun 28 yang mulai beroperasi sejak pukul 4 sore hingga pukul 12 malam ini yakin dapat memberikan pengalaman dan suasana yang berbeda bagi masyarakat Jakarta ketika mengunjungi sebuah café. Paviliun 28 merupakan café yang menawarkan konsep Indonesia di dalamnya, mulai dari properti seperti bangku, meja, dan hiasasan didalamnya mengusung tema Indonesia. Tidak hanya properti yang di gunakan menu makanan dan minumannya pun khas Indonesia. Makananan yang di sajikan disini seperti nasi krengseng dari Jawa timur, nasi kucing, nasi bakar, ketoprak telor asin, bubur ketan hitam, dan masih banyak menu makanan indonesia lainnya. Menu minuman yang ditawarkan pun beragam, namun satu yang menarik adalah menu minuman jamu yang di tawarkan didalam Paviliun 28. Kebanyakan kita pasti sudah sulit menemukan tukang jamu, di Paviliun 28 kita dapat merasakan meminum jamu seperti beras kencur, kunyit asam, dan lain-lain dengan rasa yang sudah dimodifikasi menjadi lebih modern. Menu jamu sendiri memang merupakan bawaan dari Suwe Ora Jamu yang menjadi salah satu founder dari Paviliun 28 itu sendiri. Tidak perlu kawatir dengan harganya, harga yang ditawarkan untuk menyantap makanan dan minuman yang lezat ini hanya berkisar antara Rp 30.000 – Rp 50.000.




Food and Beverage memang menjadi hal yang wajib bagi sebuah café, namun bagi Pavilun 28 sendiri terdapat hal lain yang harus diberikan kepada konsumen seperti fasilitas dan pengalaman unik didalam sebuah café. Menurut Nia sebagai operational manager dari Paviliun 28 sendiri Paviliun 28 memang dibuat untuk memberikan pengalaman bagi pengunjung dan menggali kreativitas pengunjung ketika berada didalam Paviliun 28. Paviliun 28 hadir dengan mengusung konsep bioskop mini, mungkin sebagian besar masyarakat awam bertanya bagaimana sebuah café dapat menyediakan bioskop mini dan apa film yang di putar di dalamnya? Bioskop mini yang ditawarkan adalah bioskop dengan kapasitas 30 seat dan film yang diputar adalah film-film yang memang sulit ditemukan dipasaran. Setiap bulannya, Pavilun selalu memutarkan film dengan tema yang berbeda-beda. Sebut saja pada bulan Juli bertema islmamic, bulan Agustus bertema perjuangan, bulan september bertema september ceria, dan pada bulan oktober ini mengusung tema thriller. Pengunjung dapat menikmati menonton film setiap harinya dengan film yang berbeda-beda secara gratis setiap pukul 7 malam. Judul film yang akan diputar akan diumumkan pada twitter dari paviliun 28 sendiri. Tidak hanya itu, Paviliun 28 sering kali mengadakan event pameran art space maupun event yang berhubungan dengan film yang diadakan oleh festival film pendek, Q film festival, dan masih banyak lagi. 
Bioskop mini
Paviliun 28 juga menawarkan konsep yang berbeda karena didalamnya terdapat 2 toko yang menjual pakaian dan aksesoris lainnya, sehingga pengunjung juga dapat melihat-lihat ke dalam toko sebelum maupun sesudah makan. Pengalaman yang dapat dirasakan ketika kita pergi ke sebuah pusat perbelanjaan hanya untuk sekedar nonton, makan, dan berbelanja kini hadir dalam area yang lebih kecil dengan suasana yang berbeda melalui Pavilun 28. Paviliun 28 sangat menarik untuk didatangi karena paviliun 28 sebagai mini one stop entertaining bagi masyarakat jakarta yang aktif dan ingin mencari susasana café baru dan unik di Jakarta.


Paviliun 28
Jl. Petogongan No 25, Gandaria Utara
+62   21 7279 0590 / +62 813 8899 7766
http://www.paviliun28.co/


Created by,
Ilona Dea



posted by Ilona Dea

SOUPANOVA ECOSKY #JAKARTAREPOSEPROJECT



          Bukan Jakarta namanya jika tidak memiliki suatu inovasi, Jakarta sebagai kota metropolitan selalu menghadirkan tempat-tempat yang dapat menjadi pilihan bagi seluruh warga Jakarta untuk menghabiskan waktu luangnya. Pemilihan tempat, suasana, dan pengalaman yang didapat menjadi salah satu alasan mengapa sebagian besar warga Jakarta sangat menikmati sebuah Café. Di Jakarta, saat ini mulai bermunculan tempat-tempat unik yang menawarkan konsep yang berbeda kepada masyarakat. Sama halnya dengan Soupanova Ecosky yang terletak di GKM Green Tower, lantai 23, Tb Simatupang – Pasar minggu.

            Soupanova Ecosky merupakan Roof Top Lounge yang mengusung tema Berlin Underground. Dibawa dari Berlin kemudian Barcelona dan sekarang Soupanova Ecosky hadir di Jakarta. Konsep yang dibawa dari Soupanova sendiri merupakan percampuran dari western dan asian. Logo dari Soupanova sendiri menggambarkan tokoh Alibaba yang berasal dari Asia dengan membawa sebuah mangkok yang dahulu bernama intersoup dan dilengkapi dengan background matahari sebagai lambang dari Jepang. Jika dilihat sekilas dari awal masuk, suasanya yang ditawarkan memang benar-benar seperi Berlin Underground dimana konsep tempat yang berantakan membuat pengunjung yang datang tidak perlu menggunakan pakaian yang rapih. Hal inilah yang menjadi salah satu aturan dalam Soupanova Ecosky “NO HIGH HEELS” dengan konsep “Dress Down – Cooling Down”. Kebanyakan dari masyarakat Jakarta berlomba-lomba untuk memberikan penampilannya yang maksimal ketika pergi ke suatu tempat, namun tidak begitu jika anda mendatangi Soupanova Ecosky. Jika anda berada di dalam Soupanova Ecosky anda akan merasa santai dan menjadikan tempat ini hanya untuk duduk santai menikmati pemandangan sunset dan indahnya Jakarta pada malam hari dan ditemani oleh konsep Berlin yang terasa sangat kental melalui furniture yang langsung di bawa dari Berlin dan musik-musik santai asal Berlin.

            Tidak hanya nuansa kental Berlin yang terasa, Soupanova Ecosky menghadirkan tempat dengan mengusung tema terasering di ubud untuk membuat pengunjung merasa santai seperti berada di Bali. Terasering ubud akan terasa karena pemainan tempat dan landscape pohon-pohonnya tersebut membuat kita terasa seperti di Bali. Soupanova Ecosky sendiri buka setiap senin hingga minggu dengan jam operasional setiap senin – kamis, dan minggu buka sejak pukul 3 sore hingga 12 malam dan untuk hari jumat hingga sabtu buka sejak pukul 3 sore hingga 3 pagi. Jam 3 sore dibuka dengan alasan view yang ditawarkan serta pengalaman untuk merasakan seperti di Bali dimana kita duduk santai dengan menggunakan kaos, celana, pendek, dan kaca mata hitam untuk menunggu sunset dan pengunjung juga dapat merasakan indahnya pemandangan malam kota Jakarta dengan langsung mengarah ke Jantung kota Jakarta membuat pengunjung yang datang dapat memanjakan matanya. Setiap hari jumat dan sabtu Soupanova ecosky selalu mengadakan event yang menyajikan acara DJ. DJ dari Soupanova sendiri tidak seperti DJ yang biasanya, DJ yang dihadirkan adalah DJ-DJ yang memainkan lagu tekno dan lagu-lagu yang tidak mainstream.


            Soupanova sendiri yang baru dibuka sekitar 2 bulan yang lalu ini, tidak hanya menjual makanan dan minuman namun mereka menjual experience green dengan konsep art and culture. Soupanova menjual experiene santai kepada semua pengunjung yang datang dan menanamkan bahwa sebuah party yang hebat tidak tergantung dari bagaimana kita berpakaian. Tidak perlu khawatir dengan harga makanan dan minumannya, mereka menawarkan konsep fair price dimana harga yang ditawarkan masih sesuai dengan rasa makanan yang lezat.

Event Soupanova Ecosky




            Event-event yang diadakan di Soupanova dapat menjadi pilihan bagi warga Jakarta yang menginginkan suasana santai dengan event-event yang mengusung art and culture seperi acara “lateback Sunday” setiap hari minggu, event studio rama yakni komunitas yang memainkan lagu-lagu indie, dan event “Mix Chill Out Lounge” yang mengusung musik indonesian, classic jazz, musik reggae yang dijamin dapat membuat anda merasakan suasana santai jika berada didalam Soupanova Ecosky. 

 “good parties never have dress codes



Soupanova Ecosky
GKM Green Tower 23rd fl, Roof Top Lounge
Jl. TB Simatupang kav, 89G, Pasar Minggu
021-27878017


Created by,
Ilona Dea






posted by Ilona Dea

Thursday, September 25, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT #7

Yasa Paramita Singgih - 19 tahun

Yasa Paramita Singgih, atau yang lebih akrab disapa Yasa ini hari-harinya diisi dengan segudang kesibukan yang dijalaninya. Muda dan berbakat mungkin dapat menggambarkan pria yang baru berusia 19 tahun. Sehari-harinya Yasa disibukan dengan rutinitasnya sebagai mahasiswa di universitas Bina Nusantara semester 3 yang mengambil juruan Marketing Communication. Tidak seperti anak usia 19 tahun pada umumnya, Yasa sudah mulai menjalani bisnisnya sendiri sejak ia  berusia 15 tahun. Selama 4 tahun yasa yang sekarang terjun untuk membuka bisnis online yang menjual fashion pria ini sudah merasakan pahit dan manisnya dunia bisnis. Awal mulanya ia membuka bisnis diakuinya karena ia ingin belajar mandiri dan tidak meminta uang jajan dari orang tuanya lagi, namun bisnis yang dijalaninya sejak awal pun tidak selancar yang kita pikirkan. Sebelum meraih kesuksesannya di bisnis fashion ini, ternyata Yasa pun sempat mengalami jatuh bangun dalam menjalani bisnisnya dengan mencoba menjual lampu hias. Akhirnya setelah bisnis lampu hiasnya tidak berjalan ia membuat suatu brand Men’s Republic “produk kita sih udah tembus ke satu Indonesia, bahkan bulan ini juga tembus sampe ke Hongkong” ujarnya menjelaskan keadaan bisnis yang ia tekuni saat ini. Saat ini Yasa pun sudah dinobatkan sebagai salah satu wiraswasta muda di Indonesia.

Sejak memulai usahanya, diakuinya sebagian besar waktu luangnya ia lakukan untuk kegiatan bisnis. “Kalo sekarang di waktu luang, gua lebih banyak ikut seminar. Seminar bisnis, hipnoterapi, dan leadership training untuk menambah skill” ujarnya menjelaskan kegiatan waktu luang yang sering ia lakukan. Tidak hanya mendatangi seminar saja, Yasa yang sudah menjadi salah satu wiraswasta termuda di Indonesia kerap kali membagikan pengalamannya di berbagai kampus baik di Jakarta maupun luar kota. Yasa yang memang sudah terjun kedunia bisnis sejak muda juga pernah mengisi acara seminar di kampus UGM. Jujur diakuinya menurutnya kesempatan emas yang terjadi dalam hidupnya ini tidak akan pernah ia sia-siakan. Dalam mengisi waktu luangnya, Yasa yang ternyata tergabung dalam suatu komunitas bisnis ini mengaku setiap minggunya ia juga sering menghabiskan waktunya bertemu dengan komunitasnya untuk sharing dan bertukar tentang segala hal baik bisnis maupun non bisnis. Waktu luangnya sebenarnya ia habiskan karena hobbynya dan usahanya di bidang bisnis, dan dari situlah ia mendapat banyak pengalaman. Perbedaan usia dan status dari komunitas pun tidak menjadi penghalang bagi Yasa, namun perbedaan tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang menarik baginya karena dapat bertukar pikiran dengan orang-orang tersbeut. “ Kalo gua ngobrol sama temen seusia gua, gua udah tau hidup mereka gimana. Tapi pas gua ketemu sama orang yang lebih tua dari gua itu gua dapet pengalaman baru” tambahnya menjelaskan.


 Sebagai anak remaja yang masih terbilang baru menjadi mahasiswa, ia pun kerap kali mendapat protes dari teman-temannya karena sering menolak ajakan temannya dan tidak jarang banyak yang men-cap dirinya aneh karena sebagain besar rutinitasnya ia gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika kebanyakan anak muda jaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk pergi ke café , mall, tempat clubbing, dan sebagainya ini jarang Yasa lakukan. ”Kalo lagi bete, gua lebih seneng pergi ke tanah abang karena disana kita bisa liat perputaran uang yang sangat cepat. Dan dari situ biasanya gua dapet inspirasi buat bisnis gua” menjelaskan pemilihannya terhadap tempat dibandingkan untuk pergi ke mall. Cukup menarik memang dimana diusianya saat ini Yasa justru lebih memilih mengunjungi suatu tempat yang sangat jarang dikunjungi anak muda bahkan pebisnis sekalipun. Kisah hidupnya kini telah banyak menginspirasi banyak anak muda dan tidak jarang ia mendapatkan kesempatan untuk membagikannya di berbagai acara di stasiun televisi swasta.


Anak ketiga dari tiga bersaudara ini mengaku juga sangat tertarik dengan pameran-pameran yang diadakan di Jakarta. ”Gua juga suka cari inspirasi dateng ke pameran-pameran” ujarnya menjelaskan ketertarikannya terhadap pameran franchise yang diadakan di Jakarta. Pria yang sangat suka baca buku ini selalu menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Yasa tidak merasa minder dengan apa yang ia lakukan saat ini, meskipun sangat bertolak belakang dengan kebanyakan anak muda seusianya Yasa mengaku menikmati yang ia jalani saat ini. Pria yang kini memiliki omset yang fantastis ini sangat berharap bahwa kedepannya di Jakarta banyak diadakan pameran yang memamerkan karya anak bangsa. “Sekarang local brand lagi naik. Itu bisa menjadi ajang bagi brand Indonesia untuk  membuktikan bahwa brand indonesia juga tidak kalah dengan brand luar” paparnya menjelaskan ketertarikannya terhadap pameran local brand. Ia pun sangat menyayangkan pameran terbesar yang sering didakan di PRJ setiap tahunnya belum bisa menjadi ajang untuk pempromosikan hasil-hasil karya anak bangsa. Menurutnya PRJ (Pekan Raya Jakarta) seharusnya menghadirkan produk-produk asli indonesia bukan justru menghadirkan brand yang memang sudah ternama. Hal ini sangat disayangkannya karena seharusnya melalui event besar yang diadakan Jakarta setiap tahunnya dapat menjadi ajang pembuktian bagi Jakarta dan dapat menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu bukan hanya untuk pebisnis Indonesia, melainkan ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat Indonesia. Kegiatan yang sering dilakukannya  saat ini memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Waktu luang yang produktif gua budget-in lebih besar daripada budget gua untuk hura-hura”  karena baginya, melalui kegiatan waktu luang yang produktif ini ia dapat melihat peluang lain bagi bisnisnya suatu saat nanti.


Pria yang bertempat tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini merasa Jakarta sebagai Ibukota sudah dapat memenuhi kegiatan waklu luangnya yang produktif. Meskipun begitu, kondisi jalanan Jakarta yang macet kerap kali membuatnya merasa tidak nyaman tinggal di Jakarta. Yasa sangat mengharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang tertib dimulai dari hal yang terkecil seperti trotoar. Trotoar seharusnya dipergunakan untuk tempat para pejalan kaki, namun kebanyakan trotoar saat ini sudah ramai dipenuhi pedagang kaki lima. Hal ini menurutnya sangat mengganggu keindahan kota Jakarta. Yasa pun memberikan pesan bagi anak muda Indonesia, “buat anak muda,lu hidup cuma sekali dan punya masa muda hanya sekali. Kebanyakan orang tua nyesel sama apa yang belom pernah ia lakukan di masa mudanya. Jadi daripada pas udah tua kita nyesel sama masa muda kita yang ga produktif,jadi mendingan berdayakan masa muda kita dari sekarang. Karena lebih baik kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan”  karena menurutnya masa muda merupakan masa pembuktikan diri kita. Bukan berarti kehilangan masa muda itu kita tidak menikmati masa muda, namun kita menikmatinya dengan hal-hal yang produktif karena masa depan Jakarta ditangan anak-anak muda saat ini.



Created by,
Ilona Dea




posted by Ilona Dea

Wednesday, September 17, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT #1

Vera - 20 tahun
Vera, begitulah panggilan akrab untuk wanita satu ini. Wanita berusia 20 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai cleaning service di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Tidak dapat dipungkiri, pekerjaan yang ia lakukan sehari-hari cukup menguras tenaganya. Hal teserbut dikarenakan ia harus bekerja sejak pukul tujuh pagi hingga pukul tiga sore. Pekerjaan yang biasa dilakukan oleh kaum pria ini, rela Vera jalani untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Vera ditugaskan untuk membersihkan seluruh area lobby setiap harinya. Selama bekerja tidak jarang ia merasa lelah dan tidak jarang juga ia mencoba mencuri-curi waktu luang hanya untuk sekedar beristirahat. Menurut Vera sendiri tidur dan beristirahat adalah waktu luang yang paling mudah dan paling sering ia lakukan setiap harinya.

Waktu luang menurut vera sangatlah penting. Vera merupakan tipe orang yang menganggap waktu luang itu harus ada, meskipun caranya hanya dengan sekedar beristirahat di rumah. Dalam mengisi waktu luang, wanita yang bertempat tinggal di daerah Kebayoran, Jakarta Selatan ini selalu menghabiskannya dengan beristirahat dirumah hanya untuk sekedar tidur dan main game. “Kalo main-main, nongkrong-nongkrong aku ga suka,  aku lebih suka dirumah aja tiduran dan nonton tv” ujarnya menjelaskan alasannya untuk lebih memilih beristirahat dirumah. Beristirahat dirumah merupakan aktivitas yang dipilih Vera untuk mengisi waktu luang, karena ketika ia berada dirumah khususnya didalam kamar ia dapat merasakan ketenangan yang tidak dapat ia dapatkan di Jakarta saat ini. Jika dibandingkan dengan pusat-pusat perbelanjaan yang sedang marak di Ibukota, ternyata Vera anak bungsu dari tiga bersaudara ini lebih memilih pergi ke alam seperti pantai untuk menghabiskan waktu luangnya. Ketika ditanyakan alasan mengapa ia suka dengan alam khususnya pantai, Vera menjelaskan dengan sangat antusias  “di pantai tenang aja gitu, seneng aja ngeliatnya walaupun cuma ngeliat air tapi seneng” ujarnya dengan wajah yang berseri-seri. Pantai dirasa sangat cocok untuk kepribadiannya yang tidak begitu suka dengan keramaian, alasan ini juga yang membuat Vera tetap kokoh dengan pendiriannya untuk memilih beristirahat dirumah dibandingkan harus pergi ke pusat-pusat perbelanjaan.

            Meskipun begitu, Vera tetap memiliki rasa antusiasme yang sangat tinggi dengan suasana pantai untuk sekedar mengisi waktu luangnya. Ia pun memiliki harapan untuk dapat menjelajahi Pulau Seribu yang terdiri dari beberapa pulau-pulau lain seperti Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa. Vera pun tidak canggung menceritakan pengalamannya pada saat pergi ke pulau seribu bersama teman-temannya. Menurut Vera, ditengah rutinitas pekerjaan yang setiap hari ia lakukan, sesekali pergi ke pantai merupakan pengalaman paling menyenangkan yang pernah ia lakukan. Sebut saja pengalaman Vera ketika pergi ke Pulau Seribu bersama teman-temannya. Pergi dengan keadaan seadanya , hanya menggunakan motor dan harus nyasar berjam-jam untuk mencari jalan tetap rela dijalani Vera. Ia pun merasa terpuaskan ketika sampai ke Pulau Seribu karena pemandangan dan suasananya yang sontak membuat hatinya merasa tenang. Kepergiannya saat itu merupakan pengalaman paling menyenangkan dalam hidupnya.

Menurut wanita yang sangat suka dengan band metal ini, awal mula kecintaannya terhadap suasana di pantai dikarenakan tempat wisata di Jakarta tidak ada yang menarik lagi baginya. Hanya event-event tertentu serta paksaan dari teman-temannya lah yang akhirnya membuat Vera mau beranjak dari kamarnya. Konser metal merupakan satu event yang sering dikunjungi oleh Vera. Berlokasi di kawasan Bulungan, Vera beserta teman-temannya suka menghabiskan waktunya nonton konser metal kesukaan mereka. Diakui Vera dahulu ia tidak menyukai jenis musik dengan genre metal ini, ia pun mulai mengenal dan menyukai band metal sejak mempunyai pacar anak band metal.  Vera pun merupakan salah satu penggemar band metal Indonesia yakni “Dead Squad”. Tidak hanya konser band "Dead Squad" saja yang sering ia datangi, ia pun mengaku sering diajak temannya untuk menonton band metal Indonesia lainnya.  Seiring dengan berjalannya waktu, wanita yang dahulu merupakan “sahabat Peter Pan” ini lambat laun merubah aliran musiknya dan saat ia ini tergabung dalam suatu komunitas pecinta band metal. Pengalaman lucu sekaligus mengerikan yang sering dialaminya adalah ketika melihat tingkah perilaku orang disekitarnya yang berjoget dengan gaya sambil tonjok-tonjokan dan berdarah-darah dianggap Vera sebagai sesuatu hal yang menarik namun juga sekaligus menyeramkan ketika menonton konser band metal.


Jujur diakuinya, dalam menunjang waktu luangnya untuk menonton konser dan pergi ke pantai, Vera mengaku tidak menargetkan biaya tertentu setiap bulannya untuk melakukan hal yang ia senangi. Baginya waktu luang memang penting, namun tidak selalu harus rutin dilakukan. Sebagai warga Jakarta, Vera memiliki harapan khusus bagi kota Jakarta, Vera berharap Jakarta tidak hanya dipenuhi dengan pusat-pusat perbelanjaan, namun dapat menghadirkan event-event yang seru dan tidak biasa seperti event rumah hantu. Objek wisata yang menyediakan permainan-permainan extream juga merupakan salah satu harapan Vera agar Jakarta memiliki objek wisata yang bervariasi dan menyenangkan. 



Created by,
Ilona Dea





posted by Ilona Dea