STREET CULINARY

Sate enak bikin nagih!

STREET CULINARY

Nasi Goreng Pak Thole Patut Diacungkan Dua Jempol!

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label leisure time. Show all posts
Showing posts with label leisure time. Show all posts

Wednesday, October 29, 2014

wall and rock climbing #JAKARTAREPOSEPROJECT


Sebagai warga Jakarta, tentu sudah tidak asing lagi tempat bermain di dalam ruangan seperti mall dan tempat lainnya, tapi sering kali kita merasa membutuhkan aktivitas yang menantang dengan suasana outdoor. Wall and Rock Climbing mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, namun masyarakat masih belum mengetahui tempat untuk mencoba olahraga yang satu ini. tentu tidak perlu menjadi seorang atlet wall climbing untuk mencoba wall and rock climbing. Kini masyarakat Jakarta dapat menikmati tempat untuk climbing yang dibuka untuk public yang berlokasi di pasar festival kuningan. Seperti yang kita ketahui dinding yang terdapat di pasar festival kuningan itu sendiri sebenarnya di dirikan oleh FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia), setiap harinya dinding tersebut digunakan untuk latihan. Panji merupakan salah satu anggota dari FPTI yang bertekad untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat Jakarta untuk merasakan pengalaman climbing. Pada tahun 2007 Panji sebagai instructor dari Wall and Rock climbing pasar festival ini membuka kesempatan bagi masyarakat awam jakarta yang penasaran dengan olahraga ini.

Panji pun sejak tahun 2007 sudah resmi memaintance wall yang ada di pasar festival sendiri. Karena jadwal latihan atlet yang padat setiap harinya, Panji memutuskan untuk membuka tempat ini untuk umum setiap hari selasa,kamis,dan minggu. Setiap hari selasa dan kamis buka sejak pukul 5 sore hingga pukul 9 malam dan untuk hari minggu buka sejak pukul 9 pagi hingga 2 sore. Tidak perlu khawatir dengan harganya, untuk mendapatkan pengalaman memanjat lengkap dengan alat dan akan mendapatkan bimbingan secara langsung dari Panji sebagai instructor, kita hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 70.000. Cukup terjangkau bukan? Tidak hanya itu selama jam operasional pengunjung dapat memanjat sepuasnya dan tidak dikenakan biaya tambahan lagi. Mungkin kebanyakan orang akan merasa olahraga ini merupakan olahraga yang extream, namun Panji menekankan olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang aman dan dapat memberikan kita berbagai manfaat seperti flexibility, daya tahan, teknik, power, teamwork, serta trust. Panji juga menamakan dirinya dan murid-muridnya sebagai Jakarta Climbers

Jakarta Climbers
Jakarta Climbers juga digunakan sebagai cara Panji untuk memasarkan wall and rock climbing yang ada di pasar festival kuningan ini. Melalui website, twitter, dan facebook Panji memasarkan olahraga ini, menurutnya dengan nama komunitas Jakarta Climbers ketika orang awam mencari tempat untuk wall climbing di Jakarta akan langsung muncul Jakarta Climbers karena tempat ini merupakan satu-satunya tempat climbing yang dibuka untuk umum. Diakui salah satu murid yang bernama Friska, ia mengaku rela datang ke daerah kuningan hanya untuk melakukan olahraga climbing. Menurutnya climbing merupakan satu-satunya olahraga yang ia gemari karena dalam climbing terdapat challenge dan achivement baginya dan hasilnya lebih real. Tidak hanya itu Panji sebagai Instructor benar-benar dapat menempatkan diri sehingga sudah tidak ada gap antara instructor dan muridnya lagi, bahkan hal ini di akui muridnya karena gaya pembawaan Panji yang seru membuatnya kembali lagi untuk menekuni olahraga ini.


Bagi kalian yang tertarik untuk mencoba climbing, tidak perlu ragu lagi silahkan datang ke pasar festival kuningan dan kalian akan merasakan keseruan aktivitas yang menantang di Jakarta. 



"Keep Climbing and Belay On"


Wall and Rock Climbing
Pasar Festival, Jl HR Rasuna Said, No 9
0813-1120-9767 (Panji, Instructor)
http://jakartaclimbers.com/


Created by,
Ilona Dea




posted by Ilona Dea

SOUPANOVA ECOSKY #JAKARTAREPOSEPROJECT



          Bukan Jakarta namanya jika tidak memiliki suatu inovasi, Jakarta sebagai kota metropolitan selalu menghadirkan tempat-tempat yang dapat menjadi pilihan bagi seluruh warga Jakarta untuk menghabiskan waktu luangnya. Pemilihan tempat, suasana, dan pengalaman yang didapat menjadi salah satu alasan mengapa sebagian besar warga Jakarta sangat menikmati sebuah CafĂ©. Di Jakarta, saat ini mulai bermunculan tempat-tempat unik yang menawarkan konsep yang berbeda kepada masyarakat. Sama halnya dengan Soupanova Ecosky yang terletak di GKM Green Tower, lantai 23, Tb Simatupang – Pasar minggu.

            Soupanova Ecosky merupakan Roof Top Lounge yang mengusung tema Berlin Underground. Dibawa dari Berlin kemudian Barcelona dan sekarang Soupanova Ecosky hadir di Jakarta. Konsep yang dibawa dari Soupanova sendiri merupakan percampuran dari western dan asian. Logo dari Soupanova sendiri menggambarkan tokoh Alibaba yang berasal dari Asia dengan membawa sebuah mangkok yang dahulu bernama intersoup dan dilengkapi dengan background matahari sebagai lambang dari Jepang. Jika dilihat sekilas dari awal masuk, suasanya yang ditawarkan memang benar-benar seperi Berlin Underground dimana konsep tempat yang berantakan membuat pengunjung yang datang tidak perlu menggunakan pakaian yang rapih. Hal inilah yang menjadi salah satu aturan dalam Soupanova Ecosky “NO HIGH HEELS” dengan konsep “Dress Down – Cooling Down”. Kebanyakan dari masyarakat Jakarta berlomba-lomba untuk memberikan penampilannya yang maksimal ketika pergi ke suatu tempat, namun tidak begitu jika anda mendatangi Soupanova Ecosky. Jika anda berada di dalam Soupanova Ecosky anda akan merasa santai dan menjadikan tempat ini hanya untuk duduk santai menikmati pemandangan sunset dan indahnya Jakarta pada malam hari dan ditemani oleh konsep Berlin yang terasa sangat kental melalui furniture yang langsung di bawa dari Berlin dan musik-musik santai asal Berlin.

            Tidak hanya nuansa kental Berlin yang terasa, Soupanova Ecosky menghadirkan tempat dengan mengusung tema terasering di ubud untuk membuat pengunjung merasa santai seperti berada di Bali. Terasering ubud akan terasa karena pemainan tempat dan landscape pohon-pohonnya tersebut membuat kita terasa seperti di Bali. Soupanova Ecosky sendiri buka setiap senin hingga minggu dengan jam operasional setiap senin – kamis, dan minggu buka sejak pukul 3 sore hingga 12 malam dan untuk hari jumat hingga sabtu buka sejak pukul 3 sore hingga 3 pagi. Jam 3 sore dibuka dengan alasan view yang ditawarkan serta pengalaman untuk merasakan seperti di Bali dimana kita duduk santai dengan menggunakan kaos, celana, pendek, dan kaca mata hitam untuk menunggu sunset dan pengunjung juga dapat merasakan indahnya pemandangan malam kota Jakarta dengan langsung mengarah ke Jantung kota Jakarta membuat pengunjung yang datang dapat memanjakan matanya. Setiap hari jumat dan sabtu Soupanova ecosky selalu mengadakan event yang menyajikan acara DJ. DJ dari Soupanova sendiri tidak seperti DJ yang biasanya, DJ yang dihadirkan adalah DJ-DJ yang memainkan lagu tekno dan lagu-lagu yang tidak mainstream.


            Soupanova sendiri yang baru dibuka sekitar 2 bulan yang lalu ini, tidak hanya menjual makanan dan minuman namun mereka menjual experience green dengan konsep art and culture. Soupanova menjual experiene santai kepada semua pengunjung yang datang dan menanamkan bahwa sebuah party yang hebat tidak tergantung dari bagaimana kita berpakaian. Tidak perlu khawatir dengan harga makanan dan minumannya, mereka menawarkan konsep fair price dimana harga yang ditawarkan masih sesuai dengan rasa makanan yang lezat.

Event Soupanova Ecosky




            Event-event yang diadakan di Soupanova dapat menjadi pilihan bagi warga Jakarta yang menginginkan suasana santai dengan event-event yang mengusung art and culture seperi acara “lateback Sunday” setiap hari minggu, event studio rama yakni komunitas yang memainkan lagu-lagu indie, dan event “Mix Chill Out Lounge” yang mengusung musik indonesian, classic jazz, musik reggae yang dijamin dapat membuat anda merasakan suasana santai jika berada didalam Soupanova Ecosky. 

 “good parties never have dress codes



Soupanova Ecosky
GKM Green Tower 23rd fl, Roof Top Lounge
Jl. TB Simatupang kav, 89G, Pasar Minggu
021-27878017


Created by,
Ilona Dea






posted by Ilona Dea

Thursday, September 25, 2014

JAKARTA REPOSE PROJECT #8

Bapak Robby Poniman - 65 tahun
        Sebagai seorang Faculty Member senior di Prasetiya Mulya, Pak Robby Poniman menghabiskan lima hari dalam satu minggunya untuk mengajar di dua kampus, yaitu Prasetiya Mulya Cilandak untuk program S2 dan Prasetiya Mulya BSD untuk program S1. Dengan kesibukan yang masih tetap padat dan produktif di usianya yang sudah tidak lagi muda, Pak Robby mengaku sangat menikmati profesinya tersebut. Dosen yang sudah bergabung di Prasetiya Mulya sejak tahun 1985 karena di perintah oleh Tuhan ini sebelumnya mengendalikan dua perusahaan yaitu perusahaan periklanan dan perusahaan pemasaran. Bahkan sampai sekarang, ia masih memiliki sampingan untuk menangangi perusahaan Essensa. Sebagai mantan Wirausahawan, ia menganggap kedua profesi tersebut sama-sama dinikmatinya, tidak ada yang lebih buruk atau lebih baik, karena ia menjalanin keduanya dengan hati yang senang.

        Saat memiliki waktu senggang dari aktivitasnya yang padat, Pak Robby selalu memilih lapangan golf sebagai tempat refreshing-nya. Olahraga golf diakuinya adalah satu-satunya olahraga yang masih ia tekuni, setelah ia berhenti dari olahraga bowling yang sebelumnya telah membuatnya berhenti dari olahraga volley, basket, sepak bola, dan badminton. Golf merupakan jenis olahraga yang telah menyita perhatiannya sejak tahun 1976 dan dinilainya sebagai cabang olahrag yang paling rumit yang pernah ditekuninya, dari segi teknis dan segala aspeknyam golf memiliki daya tarik tersendiri yang membuat Pak Robby terus mempelajarinya, bahkan hingga kini. “Aku gak pernah marah di lapangan golf, kolega aku sering tanya kenapa aku selalu terlihat senang di lapangan golf. Aku suka golf, aku main dengan hati senang, walaupun bolanya gak masuk, aku tetep seneng gimana dong.” ujar Pak Robby yang mengaku tidak memiliki pengalaman buruk di cabang olahraga ini. Pak Robby pun mengakui setiap kegiatan yang ia lakukan di lapangan golf merupakan pengalaman yang paling memorable baginya. Jujur dikatakan Pak Robby bahwa orang yang pertama kali menyuruhnya menekuni olahraga ini adalah ayahnya sendiri. Ayah dari Pak Robby merasa golf merupakan aktivitas positif yang dapat ditekuni oleh anaknya dan terhindar dari pergaulan yang negatif. Hingga saat ini Pak Robby menjadi anggota dari Jakarta Golf Club dan ia dapat menghabiskan waktunya untuk golf sekitar 1-4 kali dalam seminggu di lapangan golf BSD dan Pantai Indah Kapuk.

           Jadwal mengajarnya yang semakin padat membuatnya tidak dapat melakukan aktivitas golfnya seperti dulu. Sekarang ini Pak Robby hanya dapat bermain golf ketika hari minggu siang. Hal ini dikarenakan keluarga tetap menjadi prioritasnya, ia juga selalu meluangkan waktunya setiap hari sabtu untuk sekedar berkumpul bersama istri, anak, dan menantunya. Sementara untuk pergi bersama keluarga, biasanya ia memilih pergi ke mall karena menurutnya di Mall lebih tersedia banyak pilihan kafe dan tempat lain selain kafe.

          Pak Robby yang tahun ini genap berusia 65 tahun ini ternyata pernah vacum dari dunia golf selama 11 tahun karena alasan kesehatan yang kurang baik. Namun takdir berkata lain, setelah sekian lama absen dari dunia golf, ia pun kembali bermain golf karena ajakan dari temannya. Pak Robby mengaku di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia sudah tidak pernah lagi mengikuti turnamen yang selalu dilakukannya dahulu. Ia hanya bermain jika ‘dijebak’ oleh teman-temannya dan berpartisipasi dalam turnamen-turnamen yang diselenggarakan oleh Prasetiya Mulya. Berbeda dengan Pak Robby, kedua anak laki-lakinya ternyata tidak memiliki kecintaan yang sama dibidang golf, mereka menguasai cabang olahraganya masing-masing yaitu Taekwondo dan Renang, bahkan beberapa kali mewakili Indonesia sebagai Atlet Nasional. Pak Robby sendiri yang sampai sekarang telah mengumpulkan piala dan piagam yang tidak terhitung banyaknya dibidang olahraga inipun menyayangkan karena tidak adanya sarana yang dapat menunjang kecintaanya terhadap golf di daerah domisilinya yaitu Jakarta Barat. Hal ini menyebabkan ia harus menempuh perjalanan yang tidak sebentar untuk mencapai tempat berlatih golf-nya. “Untuk melaksanakan segala sesuatu yang kamu senangi jarak jauhpun akan dilakoni kan?” Kata Pak Robby menanggapi jarak jauh yang harus dihadapinya setiap minggu ini. Seperti jarak yang tidak menjadi halangan baginya, biaya yang tidak sedikit untuk setiap permainan golf-nya juga tidaklah dinilainya menjadi masalah, ia tidak pernah memiliki budget tersendiri untuk golf. “Mengalir begitu aja, berkat dari Tuhan melimpah kok.” Sambungnya terkekeh.

          Pak Robby yang sempat mengalami keracunan MSG ini, dikenal sebagai sosok dosen yang selalu mengkonsumsi kopi setiap kali ia mengajar. “Kopi itu sehat, teh itu lebih ganas. Kopi akan baik kalau diminum tanpa gula dan tanpa krimer, tapi itupun maksimum 3-4 cangkir sehari, gak boleh lebih. Segala sesuatunya kan kalau kita konsumsi berlebihan pasti akan gak baik buat kesehatan" , jelasnya. Mengkonsumsi kopi digambarkan oleh Pak Robby sama sekali berbeda dengan mengonsumsi air putih atau jus. Memulai kebiasaan minum kopinya sejak masih bersekolah di Amerika ini membuatnya menyadari bahwa kopi ternyata memiliki daya tarik tersendiri, dari wanginya, rasanya, semua itu membuat Pak Robby akhirnya meneruskan kebiasaannya itu sampai sekarang. Menurutnya, bahkan kopi sebenarnya tidak memiliki efek-membuat-tenang ataupun efek-mencegah-kantuk seperti yang diyakini kebanyakan orang, tapi ia tetap menyukai kopi dan menenteng cup kopinya setiap kali ia mengajar.

           Pak Robby beranggapan bahwa di Jakarta sendiri memiliki begitu banyak objek wisata yang beragam seperti pusat perbelanjaan yang ‘tua’ dan ‘khas Indonesia’, museum, dan masih banyak lagi, namun pemerintah kurang berusaha untuk mengembangkannya. Kebun Binatang Ragunan menurut Pak Robby adalah salah satu contoh dari tempat yang kurang diurus oleh pemerintah, padahal  objek wisata tersebut merupakan asset yang menguntungkan bagi Indonesia sendiri. Meskipun diakuinya bahwa beberapa perubahan positif sudah dilakukan oleh pemerintah Jakarta, seperti dibentuknya taman-taman yang open-public untuk masyarakat lokal, namun dengan kondisi Jakarta seperti sekarang ini, Pak Robby menyarankan agar setiap acara yang dilakukan harus berurusan dan bekerjasama dengan Pemda DKI, agar terintegrasi antara pemerintah dengan proyek swasta, agar pengembangan Jakarta menjadi lebih baik didukung oleh segala pihak.

             Harapan Pak Robby untuk anak-anak muda Jaman sekarang terutaman mahasiswa-mahasiswi Prasetiya Mulya adalah untuk menjauhi judi, narkoba, dan pelacuran. Hal lain seperti tipikal bersenang-senang anak muda kini menurutnya tidak masalah, tetapi tiga hal tadi menurutnya merupakan hal paling crucial yang jangan sampai disentuh dan menyesal nantinya. Karena pengalaman menyenangkan selama menjadi dosen baginya adalah saat melihat hasil didikannya berhasil, menjadi tokoh masyarakat, dan menjadi orang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.





Created by,
Ilona Dea, Gitta Yunanda, & Lady Andrea





posted by Ilona Dea

JAKARTA REPOSE PROJECT #7

Yasa Paramita Singgih - 19 tahun

Yasa Paramita Singgih, atau yang lebih akrab disapa Yasa ini hari-harinya diisi dengan segudang kesibukan yang dijalaninya. Muda dan berbakat mungkin dapat menggambarkan pria yang baru berusia 19 tahun. Sehari-harinya Yasa disibukan dengan rutinitasnya sebagai mahasiswa di universitas Bina Nusantara semester 3 yang mengambil juruan Marketing Communication. Tidak seperti anak usia 19 tahun pada umumnya, Yasa sudah mulai menjalani bisnisnya sendiri sejak ia  berusia 15 tahun. Selama 4 tahun yasa yang sekarang terjun untuk membuka bisnis online yang menjual fashion pria ini sudah merasakan pahit dan manisnya dunia bisnis. Awal mulanya ia membuka bisnis diakuinya karena ia ingin belajar mandiri dan tidak meminta uang jajan dari orang tuanya lagi, namun bisnis yang dijalaninya sejak awal pun tidak selancar yang kita pikirkan. Sebelum meraih kesuksesannya di bisnis fashion ini, ternyata Yasa pun sempat mengalami jatuh bangun dalam menjalani bisnisnya dengan mencoba menjual lampu hias. Akhirnya setelah bisnis lampu hiasnya tidak berjalan ia membuat suatu brand Men’s Republic “produk kita sih udah tembus ke satu Indonesia, bahkan bulan ini juga tembus sampe ke Hongkong” ujarnya menjelaskan keadaan bisnis yang ia tekuni saat ini. Saat ini Yasa pun sudah dinobatkan sebagai salah satu wiraswasta muda di Indonesia.

Sejak memulai usahanya, diakuinya sebagian besar waktu luangnya ia lakukan untuk kegiatan bisnis. “Kalo sekarang di waktu luang, gua lebih banyak ikut seminar. Seminar bisnis, hipnoterapi, dan leadership training untuk menambah skill” ujarnya menjelaskan kegiatan waktu luang yang sering ia lakukan. Tidak hanya mendatangi seminar saja, Yasa yang sudah menjadi salah satu wiraswasta termuda di Indonesia kerap kali membagikan pengalamannya di berbagai kampus baik di Jakarta maupun luar kota. Yasa yang memang sudah terjun kedunia bisnis sejak muda juga pernah mengisi acara seminar di kampus UGM. Jujur diakuinya menurutnya kesempatan emas yang terjadi dalam hidupnya ini tidak akan pernah ia sia-siakan. Dalam mengisi waktu luangnya, Yasa yang ternyata tergabung dalam suatu komunitas bisnis ini mengaku setiap minggunya ia juga sering menghabiskan waktunya bertemu dengan komunitasnya untuk sharing dan bertukar tentang segala hal baik bisnis maupun non bisnis. Waktu luangnya sebenarnya ia habiskan karena hobbynya dan usahanya di bidang bisnis, dan dari situlah ia mendapat banyak pengalaman. Perbedaan usia dan status dari komunitas pun tidak menjadi penghalang bagi Yasa, namun perbedaan tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang menarik baginya karena dapat bertukar pikiran dengan orang-orang tersbeut. “ Kalo gua ngobrol sama temen seusia gua, gua udah tau hidup mereka gimana. Tapi pas gua ketemu sama orang yang lebih tua dari gua itu gua dapet pengalaman baru” tambahnya menjelaskan.


 Sebagai anak remaja yang masih terbilang baru menjadi mahasiswa, ia pun kerap kali mendapat protes dari teman-temannya karena sering menolak ajakan temannya dan tidak jarang banyak yang men-cap dirinya aneh karena sebagain besar rutinitasnya ia gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika kebanyakan anak muda jaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk pergi ke cafĂ© , mall, tempat clubbing, dan sebagainya ini jarang Yasa lakukan. ”Kalo lagi bete, gua lebih seneng pergi ke tanah abang karena disana kita bisa liat perputaran uang yang sangat cepat. Dan dari situ biasanya gua dapet inspirasi buat bisnis gua” menjelaskan pemilihannya terhadap tempat dibandingkan untuk pergi ke mall. Cukup menarik memang dimana diusianya saat ini Yasa justru lebih memilih mengunjungi suatu tempat yang sangat jarang dikunjungi anak muda bahkan pebisnis sekalipun. Kisah hidupnya kini telah banyak menginspirasi banyak anak muda dan tidak jarang ia mendapatkan kesempatan untuk membagikannya di berbagai acara di stasiun televisi swasta.


Anak ketiga dari tiga bersaudara ini mengaku juga sangat tertarik dengan pameran-pameran yang diadakan di Jakarta. ”Gua juga suka cari inspirasi dateng ke pameran-pameran” ujarnya menjelaskan ketertarikannya terhadap pameran franchise yang diadakan di Jakarta. Pria yang sangat suka baca buku ini selalu menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Yasa tidak merasa minder dengan apa yang ia lakukan saat ini, meskipun sangat bertolak belakang dengan kebanyakan anak muda seusianya Yasa mengaku menikmati yang ia jalani saat ini. Pria yang kini memiliki omset yang fantastis ini sangat berharap bahwa kedepannya di Jakarta banyak diadakan pameran yang memamerkan karya anak bangsa. “Sekarang local brand lagi naik. Itu bisa menjadi ajang bagi brand Indonesia untuk  membuktikan bahwa brand indonesia juga tidak kalah dengan brand luar” paparnya menjelaskan ketertarikannya terhadap pameran local brand. Ia pun sangat menyayangkan pameran terbesar yang sering didakan di PRJ setiap tahunnya belum bisa menjadi ajang untuk pempromosikan hasil-hasil karya anak bangsa. Menurutnya PRJ (Pekan Raya Jakarta) seharusnya menghadirkan produk-produk asli indonesia bukan justru menghadirkan brand yang memang sudah ternama. Hal ini sangat disayangkannya karena seharusnya melalui event besar yang diadakan Jakarta setiap tahunnya dapat menjadi ajang pembuktian bagi Jakarta dan dapat menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu bukan hanya untuk pebisnis Indonesia, melainkan ditunggu-tunggu oleh semua masyarakat Indonesia. Kegiatan yang sering dilakukannya  saat ini memang memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Waktu luang yang produktif gua budget-in lebih besar daripada budget gua untuk hura-hura”  karena baginya, melalui kegiatan waktu luang yang produktif ini ia dapat melihat peluang lain bagi bisnisnya suatu saat nanti.


Pria yang bertempat tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini merasa Jakarta sebagai Ibukota sudah dapat memenuhi kegiatan waklu luangnya yang produktif. Meskipun begitu, kondisi jalanan Jakarta yang macet kerap kali membuatnya merasa tidak nyaman tinggal di Jakarta. Yasa sangat mengharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang tertib dimulai dari hal yang terkecil seperti trotoar. Trotoar seharusnya dipergunakan untuk tempat para pejalan kaki, namun kebanyakan trotoar saat ini sudah ramai dipenuhi pedagang kaki lima. Hal ini menurutnya sangat mengganggu keindahan kota Jakarta. Yasa pun memberikan pesan bagi anak muda Indonesia, “buat anak muda,lu hidup cuma sekali dan punya masa muda hanya sekali. Kebanyakan orang tua nyesel sama apa yang belom pernah ia lakukan di masa mudanya. Jadi daripada pas udah tua kita nyesel sama masa muda kita yang ga produktif,jadi mendingan berdayakan masa muda kita dari sekarang. Karena lebih baik kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan”  karena menurutnya masa muda merupakan masa pembuktikan diri kita. Bukan berarti kehilangan masa muda itu kita tidak menikmati masa muda, namun kita menikmatinya dengan hal-hal yang produktif karena masa depan Jakarta ditangan anak-anak muda saat ini.



Created by,
Ilona Dea




posted by Ilona Dea